Perceraian orang tua sering kali menyebabkan berbagai dampak, salah satunya adalah menurunnya komunikasi yang terjalin antara orang tua bercerai dengan anak. Perceraian yang terjadi pada orang tua seolah menjadi luka lama bagi seorang anak, terutama perempuan yang sudah memasuki usia matang untuk menikah. Pola komunikasi orang tua setelah perceraian dapat memengaruhi dalam penentuan kriteria pemilihan pasangan pada anak perempuan korban perceraian. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana pola komunikasi orang tua bercerai dengan anak perempuan yang berimplikasi pada kriteria pemilihan pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan analisis data menggunakan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan informan berjumlah 8 orang yang dibagi menjadi dua yaitu informan utama berjumlah 5 orang anak perempuan korban perceraian dan informan pendukung berjumlah 3 ibu sebagai orang tua tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi antara orang tua bercerai dengan anak perempuan korban perceraian masih terjalin dengan baik. Kriteria pasangan anak perempuan korban perceraian dapat dipengaruhi rasa trauma dan kecewa kepada ayahnya yang dianggap sebagai panutan untuk memilih pasangan.
Copyrights © 2024