Balale' : Jurnal Antropologi
Vol 5, No 2 (2024): November 2024

Gastronomi Kue Bingke sebagai Makanan Khas Kota Pontianak

Hikmat, Ismunandy Miftahul (Unknown)
Praptantya, Donatianus BSE (Unknown)
Rahmaniah, Syarifah Ema (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2024

Abstract

Gastronomi Kue Bingke sebagai makanan khas Kota Pontianak merupakan fenomena budaya yang menarik untuk diteliti. Kue Bingke adalah salah satu kue tradisional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang sejarah, proses pembuatan, variasi rasa, dan peran Kue Bingke dalam konteks gastronomi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan para penjual dan pengrajin Kue Bingke, serta observasi langsung di tempat-tempat pembuatan dan penjualan kue tersebut. Data juga dikumpulkan melalui studi literatur untuk memahami konteks sejarah dan budaya Kue Bingke di Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kue Bingke memiliki sejarah panjang dan merupakan warisan budaya yang turun-temurun di Kota Pontianak. Proses pembuatannya yang sederhana namun membutuhkan keterampilan khusus telah menjadi bagian dari identitas kuliner lokal. Berbagai variasi rasa Kue Bingke, mulai dari tradisional hingga modern, juga memperkaya pengalaman gastronomi masyarakat Pontianak. Kue Bingke tidak hanya menjadi camilan atau hidangan pendamping, tetapi juga memiliki nilai simbolis dan sosial yang kuat dalam budaya masyarakat Pontianak. Kehadirannya dalam berbagai acara tradisional dan perayaan merupakan bukti akan peran pentingnya dalam memperkuat ikatan sosial dan identitas komunitas. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang gastronomi Kue Bingke sebagai makanan khas Kota Pontianak serta kontribusinya dalam memperkaya warisan budaya dan menjaga keberlanjutan tradisi kuliner lokal.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

BALELE

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Balale merupakan istilah dari bahasa Dayak Kanayatn dan Melayu Sambas serta Melayu Mempawah, yang memiliki arti kegiatan gotong royong dalam suatu pekerjaan secara bergilir, khususnya pada aktifitas perladangan sejak menentukan lokasi berladang hingga panen. Balale adalah tata nilai kehidupan sosial ...