Studi ini menyelidiki teks naratif tertulis siswa kelas sembilan di SMP negeri di Malang, dengan fokus pada pola bahasa mereka. Diharapkan dengan melakukan hal itu, guru bahasa Inggris akan menyadari bahwa pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, tidak dapat dipisahkan dari budayanya. Dengan menganalisis tulisan siswa melalui pendekatan kualitatif dan rubrik berdasarkan studi sebelumnya, studi ini mengungkap bahwa sebagian besar siswa, terlepas dari kewarganegaraan Indonesia mereka, secara dominan mencerminkan pola bahasa Inggris dalam narasi mereka. Hal ini menunjukkan pengaruh signifikan dari konvensi penulisan bahasa Inggris pada konstruksi narasi mereka, dengan siswa menghubungkan ide-ide dengan jembatan minimal, yang kontras dengan gagasan bahwa siswa Asia cenderung menggunakan pola bahasa oriental. This study investigates the narrative written texts of ninth graders at a public junior high school in Malang, focusing on their language patterns. It is hoped that by doing so, English teachers will be aware that teaching a foreign language, especially English, cannot be separated from its culture. Analyzing students' writing through a qualitative approach and a rubric based on previous studies, the study reveals that most students, despite their Indonesian nationality, predominantly reflect English language patterns in their narratives. This suggests a significant influence of English writing conventions on their narrative construction, with students connecting ideas with minimal bridging, which contrasts the notion that Asian students are likely to utilize oriental language patterns. .
Copyrights © 2024