Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pola hubungan kerja antara juragan dan buruh pada usaha pertanian bawang merah di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dengan fokus pada penerapan teori kesetaraan dalam hubungan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para juragan dan buruh, serta observasi lapangan. Sampel penelitian dipilih secara purposive, dengan fokus pada aktor utama dalam struktur sosial pertanian bawang merah di desa tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan mengidentifikasi pola-pola interaksi dan hubungan sosial antara juragan dan buruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja antara juragan dan buruh di Desa Sekoto ditandai dengan beberapa karakteristik utama, yaitu adanya hubungan kekeluargaan, kedekatan dengan tetangga atau warga sekitar, ketidakberlakuan PHK, dan penghindaran sikap sewenang-wenang dari juragan terhadap buruh. Kesimpulannya, hubungan kerja di sektor pertanian bawang merah di Desa Sekoto mencerminkan pola interaksi yang relatif harmonis dan didasarkan pada prinsip kesetaraan serta kepentingan bersama. Keywoard – Sosial Ekonomi, Juragan, Buruh Potong, Bawang Merah, Desa Sekoto.
Copyrights © 2024