Bendungan Bulango Ulu direncanakan membangun konstruksi terowongan pengelak yang akan menjadi salah satu tahap awal dalam pembangunan bendungan. Terowongan pengelak ini berfungsi untuk mengalihkan aliran Sungai Bulango, baik debit normal maupun debit banjir, selama proses konstruksi berlangsung. Namun, karena data debit harian yang terukur di lapangan tidak tersedia secara memadai, estimasi debit banjir dilakukan menggunakan data hujan harian yang dianalisis dengan pendekatan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) metode Nakayasu. Analisis ini bertujuan untuk menentukan debit banjir rancangan pada kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, dan 50 tahun, yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan sistem peringatan dini untuk mitigasi bencana banjir. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan operasional terowongan pengelak dan mendukung pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Provinsi Gorontalo. Hasil analisis HSS Nakayasu pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bulango Ulu menunjukkan bahwa debit banjir yang dihasilkan oleh hujan efektif 1 mm memiliki waktu puncak sebesar 2,8 jam. Debit puncak banjir rancangan untuk berbagai kala ulang yang dianalisis adalah sebesar 353,15 m³/s (2 tahun), 450,97 m³/s (5 tahun), 516,63 m³/s (10 tahun), 659,55 m³/s (25 tahun), dan 729,76 m³/s (50 tahun).
Copyrights © 2024