Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap kesejahteraan mental karyawan di sektor industri pabrik semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh tekanan kerja yang tinggi, beban kerja yang tidak seimbang, serta dampak digitalisasi yang memicu stres kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi strategi manajemen yang efektif dalam mendukung kesejahteraan mental karyawan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stres kerja, seperti ketidakjelasan peran, kurangnya dukungan sosial, dan target produksi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen yang meliputi pelatihan manajemen stres, pengaturan beban kerja, komunikasi yang efektif, dan pemberian penghargaan kepada karyawan memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan mental mereka. Selain itu, program kesehatan mental dan dukungan sosial terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko burnout di lingkungan kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan individual dan organisasional dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung kesehatan mental karyawan. Implikasi penelitian ini tidak hanya relevan dalam konteks industri pabrik di Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia secara global.
Copyrights © 2025