Salah satu penyakit menular utama yang menjadi masalah global adalah tuberkulosis. Secara global, pada tahun 2022 TBC menyebabkan sekitar 1,30 juta kematian. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan suatu permasalahan yang menjadi hambatan utama dunia dalam pemberantasan TB. Kasus MDR/RR-TB di dunia diperkirakan mencapai 450.000 pada tahun 2021, meningkat 3,1% dari 437.000 pada tahun 2020. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 410.000 orang menderita MDR/RR-TB. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi analitik observasional dengan rancangan case control dan matching. Sampel kasus dalam penelitian adalah 38 kasus dan 38 kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah McNemar dan Odd Ratio. Hasil menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat (p = 0,0042; OR = 3,8000) dengan kejadian MDR-TB dan tidak ada hubungan yang bermakna antara peran pengawas menelan obat (p = 0,8272; OR =1,1000) dengan kejadian MD-TB. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor risiko sedangkan peran pengawas menelan obat bukan merupakan faktor risiko kejadian MDR-TB.
Copyrights © 2024