Limbah biomassa dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit dan menurunkan nilai estetika (keindahan) kota serta masalah-masalah lainnya. Hal ini terus mendorong manusia untuk melakukan inovasi untuk mendapatkan sumber energi baru terbarukan dengan memanfaatkan limbah-limbah dari alam yang kurang dimanfaatkan seperti limbah kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biopelet yang diproduksi dari limbah kelapa muda dengan metode torefaksi pada suhu 300ËšC. Produk hasil torefaksi berupa bio-arang torefaksi selanjutnya dihaluskan dan diayak hingga ukuran partikel 20 mesh dan 40 mesh sesuai variasi nya, kemudian dicampurkan dengan perekat yang divariaskan sebesar 5%, 10% dan 15% dan diaduk secara manual hingga homogen selanjutnya dicetak menjadi biopelet. Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh persentase moisture terendah sebesar 7,28% pada biopelet dengan sampel M40P5%, dan fixed carbon tertinggi sebesar 49,82% pada biopelet dengan sampel M40P5%. Laju pembakaran paling optimal dan nilai kalor tertinggi diperoleh sebesar 0,421 g/min dan 6586,58 kcal/kg pada biopelet dengan sampel M40P5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi perekat semakin banyak memberikan pengaruh penurunan terhadap nilai kalor, moisture dan fixed carbon dan laju pembakaran tetapi sebaliknya pada ukuran mesh semakin tinggi memberikan kenaikan. Keywords: Biomassa, nilai kalor, kadar air, perekat, mesh
Copyrights © 2024