Memiliki kedudukan sosial yang lemah menjadikan refugee rentan akan viktimisasi ditambah dengan berita negatif tentang organisasi internasional, jaringan penyelundupan, dan perdagangan manusia dikaitkan dengan penolakan yang marak di media massa dan media sosial membuat sikap dan kondisi sosiokultural masyarakat lokal terhadap refugee semakin buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk viktimisasi yang terjadi pada perempuan dan anak-anak pengungsi luar negeri di Kota Pekanbaru (studi pada community house kota pekanbaru). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang terdiri dari prinsip-prinsip dan penjelasan, dan hasil dari beberapa deskripsi dihasilkan. Metode kualitatif ini bersifat induktif, yang berarti masalah dibiarkan muncul dari data atau ditafsirkan. Data, analisis, dan catatan hasil wawancara lengkap diperoleh dari Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru, perwakilan UNHCR, serta refugee perempuan dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karena refugee tidak mendapat perhatian masyarakat sebagai anggota masyarakat, mereka menjadi korban sosial yang lemah. Viktimisasi yang terjadi pada perempuan dan anak-anak refugee adalah primary victimization yang dimana mereka langsung yang menjadi korban. Untuk bentuk viktimisasi yang terjadi antara lain seperti diskriminasi dan bullying oleh pelaku yang terpengaruhi oleh gerakan dehumanisasi refugee melalui media sosial dan media massa.
Copyrights © 2024