Fenomena bunuh diri merupakan realitas yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat. Kasus-kasus bunuh diri telah terjadi di berbagai tempat, termasuk di Gereja Toraja Jemaat Ria Klasis Mengkendek. Tindakan ini memunculkan berbagai pandangan di kalangan masyarakat yang dipengaruhi oleh beragam latar belakang keyakinan dan pemahaman. Seseorang yang melakukan bunuh diri seringkali dinilai buruk atau bahkan dianggap melakukan dosa besar. Namun, pandangan semacam ini cenderung dangkal dan tidak memperhatikan faktor-faktor penyebab yang melatarbelakangi tindakan bunuh diri tersebut. Motif di balik bunuh diri dapat disebabkan oleh tekanan sosial yang dihadapi individu. Dalam penelitian ini, teori dekonstruksi Jacques Derrida digunakan untuk menganalisis dan mengurai faktor-faktor penyebab fenomena bunuh diri di Jemaat Ria Klasis Mengkendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi faktor-faktor penyebab bunuh diri di jemaat tersebut melalui perspektif Derrida. Dengan menggunakan metode kualitatif, pendekatan historis, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, ditemukan bahwa: pertama, faktor penyebab bunuh diri tidak semata-mata berkaitan dengan keimanan; kedua, masalah percintaan juga menjadi salah satu penyebab; ketiga, masalah ekonomi turut menjadi faktor penyebab; dan keempat, ketiga faktor tersebut dipengaruhi oleh kurangnya peran dan fungsi yang dijalankan oleh pemerintah, gereja, dan masyarakat. Faktor terbesar yang memicu tindakan bunuh diri di Jemaat Ria adalah kurangnya perhatian dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, gereja, dan pemerintah.
Copyrights © 2024