Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik assertive training dalam upaya mengatasi self esteem rendah pada seorang remaja broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi dan wawancara. Adapun tahapan-tahapan dalam assertive training, meliputi : 1) identifikasi masalah, 2) membedakan perilaku asertif dan tidak asertif, 3) bermain peran sesuai dengan perilaku yang ditentukan, 4) memberikan umpan balik, 5) latihan dan praktik dari perilaku yang telah dipelajari, 6) evaluasi oleh konselor terhadap layanan yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa assertive training efektif dalam meningkatkan self esteem rendah pada remaja broken home. Setelah mengikuti layanan konseling, remaja tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan untuk lebih terbuka dalam menghadapi masalah, membangun rasa percaya diri, serta memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Assertive Training; Self Esteem; Broken Home
Copyrights © 2024