Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan psychological well-being (PWB) pada mahasiswa pengguna media sosial TikTok yang berada Jabodetabek, dengan gender sebagai moderator. Penelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial yang dapat memicu tingkat FoMO individu, dan berpengaruh pada PWB. Gender dianggap sebagai moderator karena individu laki-laki dan perempuan memiliki respons yang berbeda terhadap tingkat FoMO, yang pada akhirnya berpengaruh pada PWB mereka. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berusia 18-25 tahun, dan berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan dua pengukuran, yaitu Ryff Psychological Well-being Scale oleh Ryff dan Keyes (1995), serta ON-FoMO Scale oleh Sette et. al (2020). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah conveniencesampling. Data akan diolah menggunakan program IBM SPSS dan SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara FoMO dengan PWB sebesar -.487, dan p < 0.05. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh nilai koefisien R2 = .237, artinya ada hubungan antara FoMO dengan PWB sebesar 23.7%, sedangkan sisanya sebesar 76.3% dipengaruhi oleh faktor lain Selain itu, ditemukan juga bahwa gender memiliki peran dalam memprediksi atau memoderasi hubungan antara FoMO dengan PWB sebesar .261, dan p < 0.05.
Copyrights © 2024