Perkembangan teknologi dan informasi di era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam cara berinteraksi melalui ruang digital. Media sosial memberikan banyak manfaat, seperti kemudahan berkomunikasi tanpa batas ruang dan waktu. Di sisi lain, penggunaan media sosial juga membawa dampak negatif, salah satunya yaitu meningkatnya perilaku cyberbullying. Fenomena ini menjadi perhatian serius, terutama pada dewasa awal, yang merupakan kelompok usia paling aktif menggunakan media sosial. Namun, alasan yang mendorong individu melakukan cyberbullying masih belum banyak diketahui. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran moral disengagement terhadap perilaku cyberbullying dengan agresivitas sebagai mediator. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini diperoleh sebanyak 391 orang dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Mechanism of Moral Disengagement Scale (MMDS) milik Bandura et al. (1996), Cyber Offending Scale (COS) oleh Hinduja & Patchin (2015), dan The Buss-Perry Aggression Questionnaire (BP-AQ) oleh Buss & Perry (1992) yang sudah ditranslasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral disengagement berperan secara signifikan dalam memprediksi perilaku cyberbullying, baik secara langsung maupun melalui agresivitas sebagai mediator.Kata Kunci: Moral Disengagement, Perilaku Cyberbullying, Agresivitas, Dewasa Awal
Copyrights © 2024