Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi emosional peserta didik serta faktor- faktor yang memengaruhi kematangan emosi siswa di SMP Negeri 27 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah salah satu guru bk dan 32 Siswa SMP 27 Medan dengan objek penelitian berfokus pada permasalahan kematangan emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi emosi siswa meliputi keadaan individu, pengalaman belajar, pengaruh lingkungan keluarga, dan kondisi sosial. Idealnya seperti yang kita ketahui pola asuh orang tua sangat penting dalam perkembangan anak karena keluarga merupakan tempat pembelajaran anak yang pertama kali, rendahnya perhatian dan pengawasan orang tua sangat berdampak besar pada prestasi belajar serta tekanan emosional anak. Penting juga kita sebagai Guru dan pengasuh untuk meningkatkan kesehatan sosial dan emosional anak dengan membangun hubungan saling percaya , yang tercipta saat guru menunjukkan kehangatan, kasih sayang, dan rasa hormat.
Copyrights © 2024