Sistem pembiayaan perdagangan untuk petani kecil dan pemilik usaha masih menghadapi permasalahan berupa kurangnya jaminan kredit dan kendala modal di era globalisasi ini. Di Indonesia, penurunan harga pada musim panen raya merupakan permasalahan yang sering terjadi di bidang pertanian. Karena kurangnya ruang penyimpanan dan biaya modal yang rendah, petani tidak dapat menyimpan hasil panennya untuk jangka waktu yang lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah menyiapkan sistem resi gudang (SRG), kredit usaha rakyat, dan pasar lelang komoditas. Petani dapat melakukan panen di gudang yang disetujui dan menggunakan dokumen resi gudang sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman bank berdasarkan SRG, sehingga mereka tidak perlu menjual produknya dengan cepat.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi petani dalam mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, Mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga beras dengan memberikan jaminan pendapatan melalui sistem resi gudang, sehingga petani dapat menjual hasil panen mereka pada waktu yang lebih menguntungkan. Hasil yang ingin dicapai dengan adanya skema ini diharapkan para petani dapat memperoleh pinjaman kredit bank dengan subsidi bunga dari pemerintah yang membuat pinjaman lebih terjangkau, sehingga meringankan beban biaya produksi, menjaga stok komoditi yang berkontribusi pada stabilitas harga, dan memfasilitasi petani dalam memperoleh komoditas berkualitas yang dapat meningkatkan nilai jual.
Copyrights © 2024