Berita kriminal memiliki daya tarik yang kuat bagi pembaca karena mencerminkan kejadian yang luar biasa dan kontroversial seperti perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan. Namun, seringkali penanganan kasus kriminal oleh aparat penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Berita yang buruk atau kontroversial cenderung menarik perhatian pembaca, dan sering kali mengandung manipulasi realitas serta kecenderungan untuk menyembunyikan fakta-fakta tertentu. Penelitian ini menggunakan teori Hipersemiotika untuk menganalisis jejak-jejak kepalsuan dan manipulasi dalam peliputan berita kriminal di portal berita online RRI. Metode penelitian ini menggunakan analisis isi pada pemberitaan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan standar keamanan informasi menjadi pakem dalam pemberitaan, tetapi terdapat tanda-tanda berlebih yang dapat memengaruhi kebenaran berita tersebut. Semiotika, sebagai ilmu yang mempelajari fenomena tanda, penting untuk memahami bagaimana kebenaran diungkapkan atau diabstraksi dalam berita kriminal, serta untuk mengidentifikasi manipulasi realitas yang terjadi dalam proses peliputan. Data yang ada menunjukkan bahwa penggunaan hipersemiotika tidak dominan digunakan dalam penyampaian berita dan ilustrasi foto. Hal ini menunjukkan indikasi RRI pada portal berita menerapkan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi.
Copyrights © 2024