Indonesia mempunyai banyak gunung vulkanik aktif dimana posisi geografis Indonesia di lewati oleh jalur gunung api serta rawan erupsi di sepanjang “ring of fire” mulai Sumatera – Jawa – Bali – Nusa Tenggara – Sulawesi – Banda- Maluku-Papua. Gunung vulkanik di Indonesia memiliki frekuensi paling rapat dan erupsinya termasuk paling aktif di dunia. Tingginya aktifitas gunung berapi di Indonesia juga berati tingginya periode letusan gunung berapi yang terjadi, Letusan gunung ini mengeluarkan mineral-mineral alam seperti, lahar, lumpur, dan abu vulkanik yang sifatnya berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya dan dapat mengganggu aktifitas penduduk yang tinggal dan hidup di daerah tersebut. Salah satu mineral muntahan gunung berapi adalah abu vulkanik memberi dampak yang paling besar dan berkepanjangan di bandingkan mineral lainnya. manfaatkan abu vulkanik akan menumpuk dan menutupi lahan yang berada di sekitarnya. Sehinga perlu di lakukan pemanfaatan yang tepat terhadap dampak lingkungan ini. Melalui penelitian yang terdahulu menunjukkan bahwa abu vulkanik memiliki kandungan Silika (SiO2) yang tinggi dan bersifat pozzolan, sehingga abu vulkanik masuk ke dalam kategori fly ash kelas N yang berarti bahwa abu vulkanik dapat di manfaatkan sebagai substitusi semen dandengan kadar optimum dapat bekerja sebagai filler untuk meningkatkan mutu beton. Abu vulkanik juga dapat dimanfaatkan sebagi material pembuatan batako sehingga dapat menopang rantai pasok kebutuhan bata di daerah lokal. Pemanfaatan ini akan mereduksi emisi karbon dioksida pada pemeroduksian semen dan memaksimalkan pemanfaatan abu vulkanik di bidang konstruksi Indonesia dengan konsep ramah lingkungan.
Copyrights © 2024