Media pembelajaran adalah ungkapan yang digunakan dalam kerangka bahasa Indonesia untuk menggambarkan berbagai bentuk media pembelajaran atau sumber daya instruksional yang digunakan dalam pendidikan. Media pembelajaran dapat mencakup instrumen konvensional dan kontemporer seperti sastra, materi audio visual, pameran multimedia, dan teknologi interaktif. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak yang seusianya. Semua individu bercita-cita untuk menjalani kehidupan normal dan berjuang untuk fisik yang lengkap. Namun, tidak setiap individu memiliki anggota tubuh penuh, yang biasa disebut sebagai tunadaksa. Istilah “tuna” menandakan kekurangan, sedangkan “daksa” mengacu pada tubuh, memicu spekulasi tentang apakah tuna menunjukkan cacat tubuh atau cacat fisik. Media pembelajaran anak berkebutuhan khusus (tunadaksa) sangatlah penting, penggunaan media belajar yang melibatkan keaktipan siswa akan lebih memper mudah proses belajar mengajar karena mampu membantu daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari oleh anak berkebutuhan khusus, khususnya tunadaksa. Metode yang digunakan adalah metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) berupa Marker Based Tracking. Aplikasi Augmented Reality yang diterapkan sebagai alat bantu belajar membaca.
Copyrights © 2024