Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi sains siswa melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis media Jeungki dan teknologi digitalisasi sekolah (Digsel) di SMA Negeri 1 Matangkuli. Jeungki, alat tradisional Aceh yang mencerminkan konsep gaya dan momen torsi, digunakan untuk membantu siswa memahami fisika dalam konteks budaya lokal. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi numerasi sains siswa dari pre-test ke post-test di setiap siklus. Peningkatan pemahaman konsep gaya dan momen torsi mencapai 27,3% pada siklus pertama dan 17,1% pada siklus kedua. Observasi menunjukkan bahwa pendekatan CRT dan Digsel meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, membuat mereka lebih aktif dan termotivasi. Wawancara mendukung hasil ini, di mana siswa menyatakan bahwa pembelajaran berbasis Jeungki dan Digsel lebih menarik dan relevan. Kesimpulannya, pendekatan CRT berbasis Jeungki dan Digsel efektif dalam meningkatkan literasi numerasi sains serta keterlibatan siswa. Integrasi budaya lokal dan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga memperkuat apresiasi siswa terhadap budaya mereka sendiri.
Copyrights © 2024