Lokomotif uap Mak Itam, ikon pariwisata bersejarah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai saksi berkembangnya industri batu bara dan transportasi di Indonesia. Dibangun pada tahun 1960-an, lokomotif ini dirancang khusus untuk menghadapi medan terjal Bukit Barisan dan berperan penting dalam menghubungkan Sawahlunto dengan Teluk Bayur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif seperti wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi untuk menciptakan film dokumenter bergaya ekspositori tentang Mak Itam. Proses produksi meliputi tiga tahapan utama: pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Film ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali sejarah, keunikan, serta tantangan yang dihadapi Mak Itam sebagai ikon pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya ekspositori efektif dalam menyampaikan narasi yang informatif dan menarik, sekaligus membuka peluang pengembangan Mak Itam sebagai destinasi wisata unggulan. Dokumenter ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya industri yang unik ini.
Copyrights © 2024