Permasalahan pengelolaan sampah anorganik di Indonesia memerlukan solusi inovatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan efektivitas daur ulang. Perintisan bisnis ini mengembangkan ide bisnis Sampahmas, sebuah platform e-commerce yang terintegrasi dengan Reverse Vending Machine (RVM), memungkinkan pengguna menukar sampah anorganik dengan poin insentif yang dapat digunakan sebagai potongan harga saat berbelanja. Melalui pendekatan lean startup, pengembangan ide bisnis ini melalui siklus build, measure, dan learn untuk merancang, menguji, serta menyempurnakan Minimum Viable Product (MVP). Riset pasar menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah tinggi, namun partisipasi rendah akibat kurangnya insentif dan akses fasilitas. Analisis SWOT menyoroti kekuatan inovasi teknologi Sampahmas dan peluang besar dari pertumbuhan e-commerce, sementara tantangan utamanya adalah biaya pengembangan dan infrastruktur. Pengembangan ini menyimpulkan bahwa Sampahmas berpotensi menjadi solusi berkelanjutan yang mengedukasi masyarakat, mendorong ekonomi sirkular, dan meningkatkan pengelolaan sampah di Indonesia
Copyrights © 2024