Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA
Vol 2, No 1 (2016): Available Online in June 2016 (Web of Science Indexed)

PROFIL PENALARAN ILMIAH DAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI MAHASISWA SAINS DAN NON-SAINS

Asniar, Asniar (Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2016

Abstract

AbstractThis study aimed to describe the profile of scientific reasoning and the argumentation skill of students from science and non-science. This research is a descriptive study in a state university at Bandung with samples from science and non-science students totaling 100 people and lecturer of the science course. The studies starts by visiting the universities, reviewing the literature related to the focus of the research, interviews with science faculty about how learning science is done, giving questionnaires to students, giving essay on scientific reasoning, and interviews with several students. The research instrument is a questionnaire (speaking and argumentation), interview, and questions about the essays. The results showed that the average student scientific reasoning ability of non-science (1.4) higher than students of science (1). The arguments, the students found the skills to argue required by students mainly by student teachers (SS = 43.3%, S = 50%), to be able to have the skills to argue we need a habituation or conditioning (SS = 23.3%, S = 50%), and the ability to argue must be procured in all the lectures (SS = 53.5%, S = 43.3%). Keywords: Science, non-Science, Argument, Scientific Reasoning Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran ilmiah dan kemampuan berargumentasi mahasiswa sains dan non-sains. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif di salah satu universitas negeri di kota Bandung dengan sampel mahasiswa sains dan non sains berjumlah 100 orang dan dosen pengampu mata kuliah IPA. Alur penelitian yang dilakukan yaitu melakukan kunjungan ke Perguruan Tinggi, mengkaji literatur yang berhubungan dengan fokus penelitian, wawancara dengan dosen IPA mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan, memberikan angket kepada siswa, memberikan soal essay mengenai penalaran ilmiah, dan wawancara dengan beberapa mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket (kemampuan berbicara dan argumentasi), pedoman wawancara, dan soal essai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bernalar ilmiah mahasiswa non-sains (1,4) lebih tinggi dibandingkan mahasiswa sains (1). Mengenai argumentasi, mahasiswa berpendapat keterampilan berargumentasi diperlukan oleh mahasiswa terutama oleh mahasiswa calon guru (SS=43.3%, S=50%), untuk dapat memiliki keterampilan berargumentasi diperlukan suatu pembiasaan atau pengkondisian (SS=23.3%, S=50%), dan kemampuan berargumentasi perlu dibekalkan dalam semua perkuliahan (SS=53.5%, S=43.3%). Kata kunci: Sains, Non-sains, Argumentasi, Penalaran Ilmiah

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

JPPI

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA contains research publications in the field of science learning, including chemistry learning, physics learning, biology learning and natural sciences learning Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA is published by Department of Science Education, Faculty of ...