Pengendalian kualitas merupakan bagian penting dalam proses produksi, karena kualitas produk harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Berdasarkan kecacatan yang terjadi pada proses produksi pintu laminasi, perlu ditetapkannya prioritas dari jenis kegagalan, sehingga dapat meminimalisir jumlah produk cacat dari proses yang sama. Salah satu metode yang sesuai untuk mengendalikan kualitas produk dan mengurangi jumlah produk cacat adalah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi jenis faktor penyebab kecacatan produk yang terjadi pada proses produksi pintu laminasi dan memberikan tindakan yang menjadi usulan di tahapan improve untuk meminimalkan jumlah cacat. Penelitian ini menganalisis enam jenis cacat produk pintu laminasi. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan operator merupakan penyebab dominan, dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sistem kerja yang kurang mendukung. Berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), cacat dengan nilai tertinggi adalah lem tidak lengket (RPN 294) disebabkan oleh faktor machine, retak (RPN 252) oleh faktor methode, ukuran groove tidak sesuai spesifikasi (RPN 245) oleh faktor man, cat mengelupas (RPN 180) oleh faktor methode, scratch pada permukaan laminasi (RPN 175) oleh faktor man, dan joint tidak presisi (RPN 120) oleh faktor man. Usulan perbaikan mencakup pelatihan operator, perawatan mesin, penggantian peralatan yang tidak memadai, pemilihan bahan baku yang tepat, dan penerapan Standard Operating Procedure yang jelas.
Copyrights © 2024