Artikel ini membahas pendekatan konseling pernikahan bagi keluarga Kristen dalam konteks masyarakat digital dengan mengintegrasikan perspektif teologis Balswick dan Frederick serta wawasan sosiologis Ori Schwarz. Dalam konteks transformasi hubungan pernikahan yang dipengaruhi oleh teknologi, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseling pernikahan yang relevan dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan analisis literatur terkait untuk memahami landasan teologis Alkitabiah tentang pernikahan dan teori sosial yang relevan terkait konteks masyarakat digital. Dengan mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dari interaksi digital, artikel ini menyajikan model konseptual yang menggabungkan prinsip-prinsip teologis dengan realitas sosial saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi perspektif teologis dan sosiologis dapat digunakan untuk membangun pendekatan konseling pernikahan yang relevan untuk keluarga Kristen dalam konteks masyarakat digital. Melalui pendekatan holistik, model ini tidak hanya menangani aspek spiritual dan psikologis pasangan, tetapi juga memberikan strategi implementasi yang praktis, seperti panduan konseling pranikah berbasis teknologi, pelatihan komunikasi empatik untuk pasangan, dan strategi mengelola pengaruh algoritma media sosial dalam hubungan keluarga. Implementasi model ini diharapkan membantu konselor pastoral memberikan pendampingan yang lebih efektif, kontekstual, dan berfokus pada pemberdayaan pasangan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan sehat. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik konseling pastoral dan memperkaya pemahaman tentang dinamika pernikahan dalam masyarakat digital.
Copyrights © 2024