Latar Belakang: AstraZeneca merupakan vaksin vektor virus. Vaksin adalah alat penting untuk membatasi kesehatan pandemi COVID -19. Vaksin ini memiliki metode yang lebih canggih yaitu menggunakan virus yang dimodifikasi untuk memicu antibodi guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) pada masyarakat. Tujuan : Mengevaluasi hubungan pemberian vaksin AstraZeneca terhadap nilai titer antibodi dan KIPI. Metode : Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dan prospektif kohort Responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi akan dijadikan sebagai responden dalam penelitian. Sebanyak 113 responden melakukan vaksinasi COVID-19 AstraZaneca dosis lengkap di Pusat Vaksin UTA’45 Jakarta. Setelah 7 hari pasca-vaksinasi, dilakukan pengukuran kadar titer antibodi dan gejala lokal dan sistemik KIPI selama 7 hari. Hasil: Jumlah responden yang pernah terpapar COVI-19 signfikan secara statistik terjadi pada jenis kelamin laki-laki, umur dibawah 35 tahun, disertai dengan penyakit penyerta (komorbid), aktif berolahraga, merokok dan tidak meminum alkohol. Sebanyak 38 (88.4%) orang dari 43 (38,05%) responden memiliki titer antibodi tinggi dan 5 orang (11,63%) dengan titer antibodi rendah. Tingginya kadar titer antibodi setelah vaksin COVID-19 berhubungan dengan munculnya gejala atau reaksi sistemik KIPI. Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar titer antibodi COVID-19 dengan KIPI pasca vaksinasi
Copyrights © 2024