Penelitian ini mengkaji kompleksitas kebahasaan di Papua dan implikasinya terhadap upaya membangun persatuan antar suku serta penguatan identitas nasional Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik dan politik bahasa, penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan potensi keragaman bahasa dalam konteks persatuan nasional di Papua. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah terkait kebahasaan di Papua, mencakup kajian sosiolinguistik, antropologi linguistik, dan politik bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman bahasa di Papua menghadirkan empat tantangan utama: kesenjangan komunikasi antar-suku, hambatan implementasi kebijakan pendidikan, kendala pelayanan publik, dan kompleksitas pembangunan identitas nasional. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa Bahasa Melayu Papua telah berkembang sebagai lingua franca yang berpotensi menjembatani kesenjangan komunikasi. Kesimpulan penelitian menggarisbawahi pentingnya pengembangan kebijakan bahasa yang lebih inklusif dan adaptif, dengan mempertimbangkan karakteristik sosiolinguistik lokal sambil memperkuat fungsi bahasa Indonesia sebagai pemersatu.
Copyrights © 2024