Tuberkulosis (TB) dan human immunodeficiency virus (HIV) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting diseluruh dunia. Risiko seumur hidup untuk berkembang menjadi aktif TBC pada orang dengan HIV mungkin 20 kali lebih tinggi dibandingkan pada orang tanpa HIV. Pada tahun 2017, sekitar 31% dari seluruh kasus TBC yang dilaporkan merupakan koinfeksi HIV. Meskipun akses terhadap terapi antiretroviral (ART) telah meningkat, angka kematian di antara orang dengan HIV masih tinggi dan tuberkulosis merupakan penyebab utama kematian. Populasi dalam penelitian ini sebesar 74 orang. Metode penarikan sampel dari penelitian ini adalah total sampling dimana sampel adalah keseluruhan jumlah populasi. Hasil Penelitian menunjukkan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi sebanyak 64 orang (86.5%), Pasien yang tidak menikah sebanyak 51 orang (68.9%). Dan Pasien dengan Pendidikan rendah sebanyak 62 orang (83.8%). Adapun berdasarkan kepatuhan ARV, pasien yang patuh dalam mengkonsumsi ARV sebanyak 55 orang (74.3%). Selanjutnya berdasarkan Riwayat Infeksi Oportunistik pasien yang tidak memiliki infeksi oportunistik sebanyak 43 orang (58.1%). Perlunya deteksi dini Tuberkulosis pada orang dengan HIV maupun pemeriksaan HIV pada Orang yang menderita Tuberkulosis sesegara mungkin agar tatalaksana pengobatan dapat dilakukan lebih awal untuk meminimal komplikasi yang lebih berat dari Koinfeksi HIV TB.
Copyrights © 2024