Kesempatan menempuh pendidikan gratis di sekolah kedinasan mengundang minat siswa dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam latar belakang. Perbedaan status sosial dan budaya mengharuskan mahasiswa perantau untuk melakukan penyesuaian diri. Agar mampu memaksimalkan proses penyesuaian diri, peneliti mencari tahu peran self compassion yang terjadi pada mahasiswa perantau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik koefisien korelasi. Penelitian ini melibatkan 146 partisipan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa self compassion berpengaruh positif bagi proses penyesuaian diri. Semakin tinggi self compassion akan meningkatkan kemampuan penyesuaian diri pada mahasiswa. Nilai penyesuaian yang tinggi pada mahasiswa di sekolah kedinasan dipengaruhi karena dimensi self kindness dan common humanity mahasiswa cenderung tinggi. Artinya, mahasiswa menganggap kesalahan akibat perbedaan budaya adalah sesuatu yang wajar seperti pada kehidupan mahasiswa lainnya. Mereka juga bersikap baik saat mengalami kegagalan. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa kemampuan self compassion laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, sedangkan berdasarkan variabel penyesuaian diri, tidak terdapat perbedaan kemampuan penyesuaian diri yang signifikan antara mahasiswa perantau baik perempuan maupun laki-laki.
Copyrights © 2024