Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di era gaya hidup modern, terutama pada usia muda. Dalampenelitian ini, telaah atas literatur telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji hubungan antara konsumsi minuman manis dan meningkatnya prevalensi diabetes melitus tipe 2. Diidentifikasi pula bahwa konsumsi tinggi minuman manis menjadi faktor risiko penting dalam peningkatan kejadian DM tipe 2, terutama mempengaruhi kesehatan metabolik di usia muda. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur, dimana pencarian literaturdilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar, memusatkan perhatian pada publikasi dari tahun 2020 hingga 2024. Kriteria inklusi adalah studi yang mengkaji konsumsi minuman manis dan risiko DM tipe 2 pada dewasa muda. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa konsumsi rutin minuman manis berhubungan dengan resistensi insulin, obesitas, dan peningkatan kadar glukosa darah. Faktor eksternal seperti paparan iklan di media sosial turut memengaruhi frekuensi konsumsi minuman manis. Studi juga menekankan bahwa konsumsi berlebih minuman berpemanis meningkatkan risiko komplikasi kesehatan jangka panjang, seperti neuropati dan retinopati. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan kesehatan dan regulasi konsumsi minuman manis sebagai upaya pencegahan DM tipe
Copyrights © 2024