Tenaga kesehatan yang bekerja di ruang perawatan menghadapi tekanan fisik dan emosional yang signifikan akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan profesional, serta paparan terus-menerus terhadap situasi kritis pasien. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi, yang tidak hanya memengaruhi kesejahteraan tenaga kesehatan tetapi juga kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran derajat stres, cemas, dan depresi pada tenaga kesehatan di ruang instalasi rawat inap di rumah sakit syekh yusuf. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan deskriptif studi survei. Pada desain penelitian ini merupakan metode pendekatan yang mengobservasi data yang dilakukan dalam sekali waktu saja. Populasi penelitian seluruh tenaga kesehatan di ruanginstalasi rawat inap RS Syech Yusuf dengan jumlah sampel 139 orang. Berdasarkan penelitian yang didapatkan setiap tenaga Kesehatan memiliki derajat strees, cemas dan depresi yang berbeda-beda. Pada tenaga kesehatan derajat stress dominan normal sebanyak 129 responden (92,8%), cemas dominan pada derajat normal sebanyak 120 responden (86,3%), dan depresi dominan pada derajat normal sebanyak 139 responden (94,2%). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perbedaan hasil derajat stress, cemas, dan depresi yang dialami oleh tenaga kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik internail maupun eksternal. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, seperti pelatihan manajemen stres, peningkatan dukungan sosial, dan perbaikan kebijakan terkait jam kerja serta lingkungan kerja, untuk meningkatkan kesehatan mental tenaga kesehatan.
Copyrights © 2025