Mahasiswa merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam konteks pemilihan umum kepala daerah. Salah satu daerah yang menyelenggarakan pemilihan umum adalah Jawa Tengah, provinsi dengan populasi besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku politik dan intensi untuk menggunakan hak pilih pada mahasiswa dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 500 mahasiswa (Musia = 19.01) yang berasal dari tiga belas Daerah Pemilihan (Dapil). Data dikumpulkan melalui survei kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh informasi seputar Pilgub Jawa Tengah dari dua sumber utama, yaitu orang terdekat (orangtua dan teman) serta media sosial. Perilaku politik mahasiswa bersentuhan erat dengan kedua sumber tersebut, antara lain menyimak berita dan kampanye di media sosial serta mendiskusikan pasangan calon (paslon) dan isu-isu seputar Pilgub dengan orang terdekat. Sebanyak 87,60% mahasiswa menunjukkan intensi untuk menggunakan hak pilih pada 27 November 2024. Hal yang mendorong intensi tinggi dalam menggunakan hak pilih adalah dorongan menggunakan hak sekaligus memenuhi kewajiban sebagai warga negara; sikap positif terhadap kepala daerah yang kompeten dan kemakmuran Jawa Tengah; serta keyakinan untuk dapat berkontribusi. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa menunjukkan intensi untuk tidak menggunakan hak pilih dengan alasan lokasi tempat pemilihan yang jauh, informasi tentang paslon yang minim, serta ketidakcocokan dengan paslon yang berkompetisi. Dalam konteks negara flawed democracy dengan budaya kolektif seperti Indonesia, penelitian ini menegaskan peran sentral lingkungan sosial, baik secara luring maupun daring, dalam meningkatkan intensi keterlibatan politik mahasiswa.
Copyrights © 2024