Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

BISMILLAH, SAYA MENIKAH Studi Kasus Pembentukan Keluarga pada Pasangan Mahasiswa Alfaruqy, Muhammad Zulfa
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v10i2.954

Abstract

Every human being has a requirement to overcome loneliness. In accordance with the theory of early adult development, one of the ways to against it is to build a family. But, couples who did it while just a college student has a complex challenge, especially if deciding taaruf because of religious rules that prohibit relationships before marriage. The aim of this research is to understand the psychological dynamics of college students in building a family through the taaruf process.This research uses the qualitative method with a case study approach. Researchers involve two subjects of college students who have been married. Data collection was done by interview, observation, and focus group discussion. Couples who build a family by taaruf process, through four stages, there are understanding relations concept, introductions, taaruf, and marriage. They made the interaction in line with Islamic rules that do not allow courtship. The introduction made only a remote view. During the process of taaruf, there is no direct communication to avoid romantic shade. The wedding process becomes an important epiphany in life. Marriage is perceived as a social support that positively affects academic responsibility. Taaruf may be an alternative choice to avoid relationship which is not appropriate with religious rules. College students who decide to build a family, especially through the taaruf process, need to ensure their readiness in academic responsibility.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 1 BATURETNO Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Sari, Isnaeni Anggun; Safuroh, Siti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.04

Abstract

Abstrak Transisi pendidikan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan tantangan bagi siswa, khususnya siswa tahun pertama. Siswa tahun pertama perlu mempunyai motivasi belajar yang tinggi guna dapat menjawab tantangan akademik maupun non akademik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dari dalam diri maupun faktor ekstrinsik dari lingkungan sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Populasi adalah siswa kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baturetno. Total sampling digunakan sebagai teknik sampling. Sehingga subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh siswa baru kelas tujuh yang berjumlah 255 orang. Pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Orangtua (12 aitem, α = 0,893), Skala Adversity Quotient (16 aitem, α = 0,895), dan Skala Motivasi Belajar (11 aitem, α = 0,891). Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Dukungan sosial orangtua dan adversity quotient berpengaruh secara simultan sebesar 61,6% terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi peran keluarga dalam mendukung keberhasilan siswa di sekolah. Keluarga, khususnya orangtua, perlu menjadi lingkungan sosial yang mendukung serta menempa ketangguhan siswa demi menumbuhkembangkan motivasi belajar.   Abstract The transition from elementary school to junior high school is a challenge for students, especially first-year students. First-year students need to have high learning motivation to be able to answer current academic and non-academic challenges. Learning motivation is influenced by intrinsic factors which come from inside and extrinsic factors from the social environment. The research aims to determine the relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. The population is seventh-grade students of SMP Negeri 1 Baturetno. We used total population sampling. The subjects involved in this study were all first-year junior high school students, totaling 255 people. Data collection used the Parents' Social Support Scale (12 items, α = 0.893), Adversity Quotient Scale (16 items, α = 0.895), and Learning Motivation Scale (11 items, α = 0.891). Data were analyzed by multiple regression analysis. The results showed that there was a relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. Parental social support and adversity quotient have an effect of 61.6% on students' learning motivation. This research has implications for the urgency of the role of the family in supporting student success at school. Families, especially parents, need to be in a social environment that supports and forges student resilience to develop motivation to learn.
INTERDEPENDENSI SUAMI-ISTRI DALAM MENGHADAPI PERSELINGKUHAN ISTRI Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Indrawati, Endang Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.9780.2022

Abstract

Relasi suami-istri yang tidak stabil membuka peluang lahirnya aktivitas perselingkuhan. Tujuan penelitian ini adalah memahami dinamika interdependensi suami-istri yang menghadapi perselingkuhan pihak istri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Kriteria subjek adalah seorang istri yang pernah melakukan perselingkuhan dan masih mempunyai ikatan pernikahan. Tiga orang subjek terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan istri dilatarbelakangi multi faktor. Relasi interdependensi suami-istri bersifat dinamis karena kehadiran orang ketiga. Relasi berbentuk actor control saat perselingkuhan. Relasi bertransformasi bentuk menjadi partner control pasca perselingkuhan. Relasi nonmutual yang termanifestasi dalam perilaku permisif terhadap suami justru diinisiasi oleh istri sebagai upaya menebus rasa bersalah dan mempertahankan pernikahan. Penelitian berimplikasi teoretis mendukung efek norma sosial dalam membaca interdependensi.
PENGUATAN GENERASI ANTI-STUNTING DI KOTA SEMARANG Sakti, Hastaning; Rusmawati, Diana; Alfaruqy, Muhammad Zulfa
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2544

Abstract

Peterongan merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang yang membutuhkan penanganan dan pencegahan stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ialah menguatkan generasi anti-stunting di Kelurahan Peterongan, Kota Semarang. Pengabdian terdiri dari tiga program yang saling berkaitan. Pertama, program peningkatan asupan gizi berupa pemberian telur kepada 234 balita selama tujuh bulan. Kedua, program pelatihan pemberdayaan perempuan kepada 27 kader. Ketiga, program pelatihan kesehatan mental kepada 36 remaja. Hasil menunjukkan bahwa pemberian telur pada balita sebagai penanganan sekaligus pencegahan stunting telah meningkatan berat badan dan tinggi badan balita. Perempuan kader pemberdayaan memperoleh wawasan tentang peran perempuan dalam pengasuhan positif di keluarga. Remaja sebagai generasi muda yang kelak akan membentuk keluarga menjadi lebih sadar urgensi merawat kesehatan fisik dan mental guna pencegahan stunting sejak dini. Efek positif dari pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan secara lebih luas dalam bentuk kebijakan publik
EXPERIENCE RISING FROM QUARTER-LIFE CRISIS: A PHENOMENOLOGY STUDY Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Indrawati, Endang Sri
Jurnal Psikologi Vol 22, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.22.1.57-68

Abstract

Early adulthood is a vulnerable period to various problems in life. Various problems have the potential to lead individuals, especially in early adulthood, to a quarter-life crisis. This study aimed to understand the experience of falling and rising (resilience) from a quarter-life crisis. A phenomenological approach was used and involved seven participants (three men and four women) aged 25-29 years who generally have completed undergraduate education and had suicidal intentions. Collecting data using in-depth interviews. The results show that the participants who had suicidal intentions perceived that their parents’ parenting style was authoritarian, indicated by the excessive demands received. Participants are responding to this demand by rebelling against their parents. Rebellion, failure at work, and the breakdown of relationships with lovers brought them to a slump. Participants lost their purpose in life, felt depressed, and got suicidal intentions. Insight in the form of regret and hope for the future becomes a turning point in life. Acceptance from parents, peer group social support, and professional assistance are important factors in the process of recovering from the quarter-life crisis. Participants who exceed a crisis show a harmonious relationship with their parents and the opposite sex and work with the support of various parties. This research has implications for the urgency of communication and harmonious relations in the early adulthood phase, especially emerging adulthood.
Political Efficacy and Political Engagement in College Students Alfaruqy, Muhammad Zulfa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10880

Abstract

College students are agents of change who are expected to participate and contribute to the nation and state. Students with their idealism are required to be actively engaged in influencing the process and making political decisions that have an impact on public policy. This study aims to examine the relationship between political efficacy and political engagement in college students, and to understand the motivation for political engagement. This study uses a mixed method consisting of quantitative comparison and qualitative description. This study involved 345 students from the cluster of Science and Technology at Diponegoro University to fill out the instruments, of which 3 students were assigned in the interview process. The first stage is data collection using the Political Efficacy Scale (α = 0.852, 11 items) and the Political Engagement Scale (α = 0.862, 16 items). Afterward, the second stage is data collection using in-depth interviews. The results of the study show that there is a significant positive relationship between political efficacy and political engagement in students. The correlation coefficient is 0.456 with a significance of 0.000 (p-value <0.05). Political efficacy makes an effective contribution of 20.8% to political engagement. The motivation for political engagement is personal awareness, perceived political effects, reinforcement from social environment, and uncertainty avoidance. This research has implications for the urgency of student awareness and the role of the social environment of students in fostering political engagement.Mahasiswa merupakan agen perubahan yang diharapkan turut serta berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mahasiswa dengan idealismenya dituntut terlibat aktif dalam mempengaruhi proses dan pengambilan keputusan politik yang berdampak pada kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara efikasi politik dengan keterlibatan politik pada mahasiswa, serta memahami motivasi keterlibatan politiknya. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) yang terdiri dari kuantitatif komparatif dan kualitatif deskriptif. Penelitian melibatkan 345 mahasiswa dari rumpun ilmu sains dan teknologi (saintek) Universitas Diponegoro dalam pengisian skala, di mana 3 mahasiswa di antaranya dilibatkan dalam proses wawancara. Tahap pertama, penggalian data menggunakan Skala Efikasi Politik (α= 0,852, 11 aitem) dan Skala Keterlibatan Politik (α= 0,862, 16 aitem). Tahap kedua, penggalian data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara efikasi politik dengan keterlibatan politik pada mahasiswa. Koefisien korelasi sebesar 0.456 dengan signifikansi 0.000 (p < 0.05) Efikasi politik memberi sumbangan efektif sebesar 20,8% terhadap keterlibatan politik. Motivasi keterlibatan politik adalah kesadaran personal, efek politik yang dirasakan, penguatan lingkungan sosial, dan pengindaran ketidakpastian. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi kesadaran mahasiswa dan peran lingkungan sosial mahasiswa dalam menumbuhkan keterlibatan politik.
Peringatan Darurat: Political Engagement of Indonesian University Students amid Political Uncertainty Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Sari, Isnaeni Anggun
Journal of Social and Industrial Psychology Vol. 14 No. 2 (2025): Journal of Social and Industrial Psychology
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sip.v14i2.39398

Abstract

Manuver elite politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah memicu lahirnya gerakan Peringatan Darurat yang melibatkan partisipasi publik secara luas, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana keterlibatan politik (political engagement) mahasiswa dalam Peringatan Darurat yang penuh ketidakpastian politik. Penelitian kualitatif eksploratif ini menggunakan desain survei dengan melibatkan 500 mahasiswa sebagai partisipan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi frekuensi dan persentase bentuk keterlibatan, serta analisis tematik untuk menggali makna atas Peringatan Darurat dan alasan yang melatarbelakangi setiap bentuk keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memaknai Peringatan Darurat sebagai simbol politik yang merepresentasikan situasi politik yang dipersepsikan genting, terutama terkait ancaman terhadap demokrasi dan supremasi hukum di mana terdapat upaya untuk melanggengkan politik dinasti serta menyalahgunakan kekuasaan. Namun, pemaknaan ini tidak bersifat tunggal. Sebagian mahasiswa memandang Peringatan Darurat sebagai pemicu meningkatnya kesadaran dan partisipasi politik, sementara sebagian lainnya menunjukkan kebingungan bahkan menilai gerakan ini secara negatif. Dalam merespons Peringatan Darurat, mahasiswa menampilkan bentuk political engagement yang beragam, dengan dominasi pada keterlibatan secara digital seperti pencarian informasi dan aktivisme di media sosial, sedangkan keterlibatan secara luring seperti demonstrasi relatif terbatas. Dengan menggunakan kerangka Uncertainty–Identity Theory, penelitian ini menunjukkan bahwa political engagement mahasiswa berfungsi sebagai strategi identitas untuk menavigasi ketidakpastian politik di era demokrasi digital, sekaligus menantang asumsi normatif yang menyamakan rendahnya mobilisasi massa dengan lemahnya political engagement.