Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Remaja yang mengalami krisis identitas sangat rentan masuk dalam pergaulan bebas. Di Kabupaten Indramayu, pernikahan dini anak di bawah umur tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus remaja yang hamil di luar nikah. Pada tahun 2016, perkara dispensasi kawin ke PA Kabupaten Indramayu yang telah dikabulkan hakim sebanyak 173 perkara. Salah satu dampak dari pergaulan bebas yaitu infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam bentuk psikoedukasi, yang bertemakan “Penguatan Pendidikan Karakter pada Siswa: Kenakalan Remaja dan Implikasinya” di MTs N 3 Indramayu. Tujuan dari psikoedukasi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta psikoedukasi terkait kenakalan remaja, pergaulan bebas, infeksi menular seksual (IMS). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah dilakukan psikoedukasi, yang terlihat dari peningkatan skor sebesar 30%. Tindak lanjut yang dapat dilakukan yaitu memberikan psikoedukasi pada guru dan orang tua siswa, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2025