Keselamatan pasien merupakan program prioritas utama rumah sakit yang bertujuan melindungi pasien dari kejadian yang tidak terduga dan juga merupakan bagian penting dalam pelayanan keperawatan. Angka kejadian pasien jatuh menempati urutan kedua setelah kejadian tak terduga setelah kesalahan pengobatan. Pasien CKD mempunyai faktor pencetus dalam meningkatkan risiko terjatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan asesmen risiko jatuh berbasis fall morse scale pada pasien dengan CKD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pra-eksperimen, dilakukan di ruang rawat inap penyakit dalam RSD dr. Soebandi. Mengunakan teknik sampling kuota sampling, didapati 30 responden yang kemudia dikaji menggunakan asesmen fall morse scale selama 3 hari serta diberikan intervensi sesuai tingkat risiko jatuh yang ada. Analisis menggunakan uji wilcoxon dengan p value 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah pasien CKD memiliki risiko terjatuh kategori rendah (60%). Sebagian besar perawat tidak melakukan asesmen ulang risiko jatuh pada pasien CKD, dimana dari 30 pasien, terdapat 26 pasien (86,7%) yang tidak dilakukan asesmen ulang risiko jatuh. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value kelompok risiko jatuh dan kelompok risiko jatuh tinggi masing-masing (p-value = 0,008 dan p-value = 0,018), yang menunjukkan adanya pengaruh penerapan asesmen risiko jatuh berbasis fall morse scale pada pasien CKD. Penerapan penilaian ulang berdasarkan skala fall morse lebih berpengaruh dalam mengurangi risiko jatuh, yang mana diketahui lebih besar pengaruhnya pada kelompok risiko jatuh rendah dibandingkan dengan kelompok risiko jatuh tinggi.
Copyrights © 2024