Digitalisasi di semua sektor menjadi sebuah kebutuhan untuk kondisi saat ini, termasuk di dalamnya penggunaan resep elektronik dalam layanan Kesehatan. Sudah tidak diragukan lagi manfaat implementasi resep elektronik bagi layanan Kesehatan, yaitu kejadian kesalahan medis telah berkurang 83%, serta 81% pengurangan biaya terkait sistem layanan kesehatan, dan 76% penelitian menunjukkan bahwa resep elektronik telah meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi dokter dan apoteker terhadap implementasi resep elektronik di Rumah Sakit. Persepsi berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna (user) untuk menggunakan resep elektronik. Sebuah tinjauan sistematik dilakukan dengan menggunakan protokol PRISMA dari 4 mesin pencari database online yaitu PubMed, Google Schoolar, Science Direct dan Garuda, ditemukan 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan eksklusi serta sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil sistematik review yang dilakukan terhadap 7 artikel diperoleh informasi bahwa persepsi dokter dan apoteker sebagai pengguna dari penerapan peresepan elektronik di rumah sakit menyampaikan tentang kebermanfaatan transformasi resep dari paper ke elektronik, kecuali 1 artikel yang menyebutkan dokter tidak percaya bahwa resep elektronik dapat meningkatkan kecepatan dan efektifitas dari pekerjaan mereka, Namun 6 artikel yang lain meyakini bahwa dokter merasakan peningkatan keselamatan, menghemat waktu dan meningkatkan fleksibilitas serta meningkatkan kinerja mereka.
Copyrights © 2024