Holistik: Journal For Islamic Social Sciences
Vol 1, No 2 (2016)

PERAN DAN PERJUANGAN KIAI MASYKUR DI DESA KARANGSARI WERU CIREBON (1835-1961)

Aah Syafaah (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2016

Abstract

Islamisasi di Nusantara terutama pada masa Pemerintahan Hindia Belanda mengalami fase yang sangat sulit. Hal ini terjadi karena upaya Belanda untuk mengontrol perkembangan Pan Islamisme yang salah satunya dipelopori oleh kalangan sufi pengembara. Belanda kemudian menegakkan aturan rust en orde secara ketat. Sehingga pergerakan kalangan agamawan menjadi sangat terbatas dan selalu berada di bawah tekanan. Mengatasi hal ini, Kiai Masykur membangun poros kekuatan melalui strategi diplomatis demi menjaga kelangsungan proses tarbiyah dan al-ishlah yang dilakukannya untuk membentuk masyarakat yang lebih berdaya dalam hal agama maupun sosial ekonomi. Oleh karena itu, target dakwah dan tarbiyah beliau mencakup tarbiyah iqtishadiyah, menyebarkan ajaran tarekat Qadiriyah dan simbolisasi makna filosofis ajaran Bayt 12 kepada masyarakat. Hal ini beliau lakukan untuk menjaga dan menghindari pengintaian Belanda yang juga sempat menyusup ke dalam Pesantren Mukasyafah ‘Arifin Billah yang beliau dirikan itu. Di sisi lain, kitab Bayt 12 yang beliau ajarkan pun tidak lepas dari polemik dan kontroversi yang datang dari kalangan ulama dan masyarakat awam yang merasa aneh dengan pola tarbiyah Islam yang memanfaatkan angka dan simbol uleg-cobek. Kata kunci: Kiai Masykur, Pesantren Mukasyafah ‘Arifin Billah, Bayt 12, dakwah, tarbiyah iqtishadiyah  

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

holistik

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and ...