Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti tanaman pangan, hasil perkebunan, dan rempah-rempah. Di antara kekayaan ini, tanaman penghasil minyak atsiri menjadi salah satu yang paling menonjol. Minyak atsiri semakin diminati di berbagai industri modern, seperti parfum, kosmetik, dan aromaterapi. Permintaan ini meningkat tajam setelah pandemi, seiring dengan tumbuhnya minat terhadap produk alami dan kesehatan, terutama karena banyak orang kembali beraktivitas di luar rumah dan mencari relaksasi untuk mengurangi stres. Aromaterapi, terutama lilin aromaterapi, semakin populer karena sifatnya yang menenangkan dan ramah lingkungan. Lilin aromaterapi ini dapat dibuat dari ekstrak tanaman, menjadikannya pilihan alami yang sesuai dengan konsep kesehatan holistik dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji formulasi dan evaluasi lilin aromaterapi dari berbagai tanaman yang mengandung minyak atsiri, seperti kemangi, sereh, kecombrang, nilam, dan biji kopi robusta. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis literatur dari jurnal terakreditasi. Hasil menunjukkan bahwa lilin aromaterapi dari berbagai tanaman berpotensi meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Kesimpulannya, formulasi lilin aromaterapi dari bahan alami dapat menjadi alternatif pengobatan komplementer yang efektif.
Copyrights © 2024