Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam manajemen krisis yang muncul akibat insiden kekerasan terhadap hewan di Plaza Indonesia pada tahun 2024. Insiden tersebut menjadi viral setelah rekaman video pemukulan anjing oleh seorang petugas keamanan tersebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan publik dan seruan boikot terhadap Plaza Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam eskalasi dan penanganan krisis. Plaza Indonesia merespons dengan cepat melalui pernyataan publik, pemecatan petugas yang terlibat, yang semuanya disebarkan melalui media sosial untuk mengendalikan kerusakan reputasi. Studi ini juga mengungkapkan bahwa respons cepat dan transparan melalui media sosial mampu meredakan kemarahan publik dan membantu dalam pemulihan citra perusahaan.
Copyrights © 2024