Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah memperluas media penyampaian pendapat di dunia, tak terkecuali di Indonesia. penerapan UU ITE di indonesia kerap menimbulkan perdebatan karena disinyalir membatasi kebebasan berpendapat masyarakat dan organisasi di Indonesia yang aktif bermedia sosial, salah satunya kasus Greenpeace Indonesia. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa kasus kendala dan resiko dari UU ITE yang melibatkan organisasi Greenpeace. penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis studi kasus serta berita artikel yang beredar di masyarakat. Hasil penelitian kami menunjukan bahwa UU ITE memang masih memiliki banyak kendala dalam pengaplikasiannya sehingga organisasi sejenis perlu lebih berhati hati dalam menyuarakan pesan sosial yang ingin disuarakan yang tentu mempengaruhi efektivitas penyampaian pesannya. Pada akhirnya, UU ITE juga berdampak pada kualitas demokrasi masyarakat Indonesia kedepannya. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya revisi terhadap UU ITE untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.
Copyrights © 2024