Kontribusi sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat menempati urutan keempat terbesar penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat, namun laju pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat menurun pada tahun 2020 dan 2021. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan PDRB sektor pertanian setiap tahunnya yaitu dengan mengembangkan komoditas potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas potensial dan pertumbuhan struktur komoditas sub sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan analisis Dynamic Location Quotient (DLQi) dan Tipologi Klassen. Hasil analisis DLQi komoditas potensial di Provinsi Jawa Barat terdapat 34 komoditas, 32 komoditas dari Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura yaitu padi sawah, bawang merah, bawang putih, daun bawang, bayam, cabai rawit, cabai besar, kacang panjang, kangkung, kembang kol, kentang, ketimun, kubis, labu siam, terung, tomat, stroberi, melon, mangga, jeruk siam, pisang, jambu air, jambu biji, belimbing, melinjo, nangka, pepaya, petai, duku, rambutan, salak, dan sawo, serta 2 jenis hutan dari Sub Sektor Kehutanan yaitu hutan konservasi dan hutan produksi tetap. Kata kunci: Dynamic Location Quotient, Komoditas Potensial, Sektor Pertanian, Tipologi Klassen
Copyrights © 2024