Latar Belakang: Kasus Osteoartritis Knee yang paling sering ditemui umumnya di usia pralansia 45 tahun keatas. Osteoartritis Knee terjadi karena adanya abrasi pada tulang rawan dan pembentukan tulang baru (osteofit) pada permukaan sendi yang mampu menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga dapat membatasi gerak dan menyebabkan nyeri dan keterbatasan gerak. Jika gangguan tersebut tidak diketahui penyebabnya maka akan berdampak pada penurunan fungsi dan gerak pada lutut.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Osteoartritis Knee. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional, Populasi 120 orang dengan, jumlah sampel 40 orang yang masuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan dari 40 sampel, pada faktor usia didapat usia pra lansia 55%,lansia muda 20% dan lansia madya 25%. Faktor jenis kelamin di dapat 100% Perempuan. Faktor IMT didapat IMT normal 87% dan IMT overweight 7,5%.Faktor Riwayat trauma di dapat responden tidak ada Riwayat trauma 80% dan ada Riwayat trauma 20%. Faktor durasi kerja didapat bekerja lebih dari 7 jam 95% dan berkeja kurang dari 7 jam 0,5%. Serta terdapat hubungan kuat antara faktor usia,jenis kelamin,IMT, Riwayat penyakit dan durasi kerja dengan nilai p 0,002.Kesimpulan: Terdapat hubungan kuat factor factor yang mempengaruhi kejadian Osteoartritis Knee di PCA Pajangan. Saran: lansia dapat melakukan beberapa aktivitas dengan lebih hati-hati, lansia juga disarankan untuk cek kesehatan secara rutin dan olahraga rutin untuk meningkatkan kebugaran.
Copyrights © 2024