Etnobotani merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuhan oleh suatu etnis di daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian etnobotani Tumbuhan Sangkareho (Callicarpa longifolia L.) pada Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan Tumbuhan Sangkareho merupakan tumbuhan berhabitus perdu (kajian botani) yang memiliki banyak manfaat salah satunya adalah daunnya yang bisa dibuat menjadi “untalan” (kajian farmakologi). Dalam penggunaanya masyarakat mempercayai pemakaian daun secara ganjil (kajian sosioantropologi). Tumbuhan ini dapat dijadikan campuran dalam pembuatan jamu tradisional yang dapat diperjual belikan (kajian ekonomi). Tumbuhan ini juga memiliki peran bagi lingkungan dalam penghijauan dan peneduh (kajian ekologi). Pemberian nama tumbuhan ini sudah ada sejak dahulu dan diajarkan secara turun-temurun (kajian linguistik). Kata kunci: Etnobotani, tumbuhan, Sangkareho (Callicarpa longifolia L.), Desa Lepasan, Barito Kuala
Copyrights © 2024