Indonesia has prioritized the notion of a “blue economy” as a key element of its development strategy. With its productive waters and significant shipping capabilities, Indonesia is uniquely positioned between the Pacific and Indian Oceans, flanked by Asia and Australia. This article examines the blue economy paradigm, which has gained significance as healthy seas generate employment possibilities and food sources, promote economic development, manage climate, and improve the welfare of coastal communities. The blue economy idea offers practical and comprehensive techniques for the management of marine and coastal resources within the context of sustainable development. This article employs a combination of descriptive techniques and literature review methods. The findings reveal that 1) the concept of a “blue economy,” emphasizing the sustainable utilization of marine and oceanic resources, has emerged as a significant framework for fostering economic growth, and 2) Indonesia's aspiration to harness its marine resource wealth in pursuit of a national blue economy will be largely influenced by its maritime orientation. Indonesia telah menjadikan gagasan “ekonomi biru” sebagai komponen penting dalam pandangan pembangunannya. Indonesia memiliki perairan yang sangat produktif dengan kapasitas alami yang tinggi untuk pelayaran karena dikelilingi oleh Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta berada di antara benua Asia dan Australia. Penelitian ini berfokus pada konsep ekonomi biru akhir-akhir ini menjadi isu penting karena lautan yang sehat menyediakan lapangan kerja dan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Konsep ekonomi biru mengenai sumber daya kelautan dan pesisir dipandang sebagai aset vital yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang jika dikelola secara bijak. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, konsep ekonomi biru menawarkan solusi berkelanjutan dan komprehensif dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ini menggabungkan teknik deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil yang didapat yaitu 1) Gagasan “ekonomi biru”, yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya laut dan samudera secara berkelanjutan, telah muncul sebagai paradigma penting dalam kemajuan pertumbuhan ekonomi, 2) Keinginan Indonesia untuk mengeksploitasi kekayaan sumber daya laut ke arah gagasan ekonomi biru nasional akan secara signifikan dibentuk oleh poros maritim.
Copyrights © 2024