Perjuangan perempuan feminis untuk mendapatkan pengakuan dan hak-hak di masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti stigma sosial yang meningkat di media sosial. Media sosial, sebagai alat yang sangat efektif untuk komunikasi, telah menjadi tempat berkumpulnya berbagai perspektif dan pendapat yang seringkali tidak seimbang tentang masalah feminisme Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yang bermaksud untuk mengetahui bentuk, faktor penyebab dan dampak dari stigma sosial di media sosial. Studi kasus adalah studi tentang “sistem terbatas” atau “kasus” dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data yang cermat dan menggabungkan berbagai sumber informasi yang “kaya” ke dalam konteks. Temuan penelitian ini diperoleh dari wawancara mendalam, analisis konten, dan observasi partisipatif terhadap perempuan feminis yang aktif di media sosial. Penelitian ini melibatkan 10 peserta dengan pengalaman berbeda-beda dalam mengatasi bias sosial melalui konten postingan dan komentar mereka di platform Studi ini menyoroti kompleksitas pengalaman bias sosial yang dialami perempuan feminis di media sosial. Melalui analisis mendalam atas wawancara dan observasi, kami menemukan bahwa prasangka terhadap perempuan feminis sering kali berbentuk komentar negatif, pelecehan, dan pengucilan
Copyrights © 2024