Artikel ini menganalisis dampak kebangkrutan PT Tupperware Indonesia pada tahun 2023 terhadap strategi supplier dalam menghadapi krisis penjualan. Tupperware, yang dikenal dengan produk plastik berkualitas tinggi dan sistem penjualan langsung, mengalami penurunan permintaan signifikan akibat persaingan yang ketat dan perubahan perilaku konsumen. Melalui metode penelitian kualitatif, termasuk wawancara dan analisis data penjualan, penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah yang diambil oleh supplier untuk bertahan, seperti diversifikasi produk, penguatan hubungan kemitraan, dan penyesuaian strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun supplier merasa prihatin terhadap kebangkrutan Tupperware, mereka juga melihat peluang untuk mengeksplorasi merek alternatif dan produk lain yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya inovasi dan manajemen yang responsif dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat, serta perlunya perusahaan untuk beradaptasi agar dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Copyrights © 2024