Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik pasangan Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen pada Pilkada Papua 2024, dengan tujuan mengidentifikasi faktor penyebab kekalahan mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari artikel ilmiah dan laporan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mereka—berbasis komunitas dan media lokal—kurang adaptif terhadap kompleksitas sosial-budaya dan geografis Papua. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur komunikasi, pesan yang kurang relevan dengan isu lokal, serta kurangnya pemanfaatan media sosial untuk menjangkau pemilih muda. Dominasi pasangan Benhur Tomi Mano dan Yeremias Bisay, dengan strategi komunikasi yang lebih terstruktur dan inklusif, turut menjadi faktor penentu. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik lokal, serta memberikan rekomendasi praktis untuk strategi kampanye mendatang.
Copyrights © 2025