Mauriduna : Journal of Islamic studies
Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024

Taḥlīl qā‘idah 'al-ḍarar yuzāl' min khilāl fatwā Majlis ‘Ulāmā’ Indūnīsīyah ḥawla al-qadhiyyah al-Filasṭīniyyah (Dirāsah Waṣfīyah Taḥlīlīyah)

Fadlilah, Meriza Isna (Unknown)
Farhan Istiqlal, Ibnu (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jan 2025

Abstract

إن القاعدة الفقهية الضرر يزال قد استخدمها كثير من العلماء والفقهاء لاستنباط الأحكام في القضايا المعاصرة. ومؤخرا، باشتداد الصراع بين فلسطين وإسرائيل قد أدى إلى تنوع مواقف الناس إلى من يدعم فلسطين ومن يدعم إسرائيل، وعلى هذا ظهر الحاجة الماسة إلى إصدار فتوى عن حكم الدعم ضد فلسطين. وفي إندونيسيا، إن المؤسسة الدينية العليا التي لها دور لإصدار الفتوى هي مجلس العلماء الإندونيسي، فأصدر مجلس العلماء الإندونيسي الفتوى حول هذه القضية. ويهدف هذا البحث إلى تحليل القاعدة الفقهية الضرر يزال في الفتوى عن حكم دعم القضية الفلسطينية. ومن خلال الدراسة الوصفية التحليلة أوضحت مفهوم القاعدة الفقهية الضرر يزال، وحدوث الصراع بين فلسطين وإسرائيل، وفتوى مجلس العلماء الإندونيسي عن حكم دعم فلسطين، وكيف طبقت قاعدة الضرر يزال في هذه الفتوى، وما هو الضرر الذي يجب إزالته. فمن خلال الدراسة المكتبية وصل نتيجة البحث بأن مجلس العلماء الإندونيسي اعتبر الدعم ضد إسرائيل من الضرر الذي يجب إزالته، وذلك الضرر من نوع الضرر الغير مباشر أو الضرر بالتسبب Kaidah fikih al-dharar yuzal (kemudaratan harus dihilangkan) telah banyak digunakan oleh para ulama dan ahli fikih dalam merumuskan hukum untuk berbagai isu kontemporer. Baru-baru ini, konflik yang semakin memanas antara Palestina dan Israel telah memicu beragam sikap di tengah masyarakat, antara mereka yang mendukung Palestina dan mereka yang mendukung Israel. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan mendesak untuk mengeluarkan fatwa terkait hukum mendukung tindakan melawan Palestina. Di Indonesia, lembaga keagamaan tertinggi yang berwenang mengeluarkan fatwa adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI pun mengeluarkan fatwa terkait isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kaidah fikih al-dharar yuzal dalam fatwa yang membahas hukum dukungan terhadap Palestina. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menjelaskan konsep kaidah fikih al-dharar yuzal, kronologi konflik antara Palestina dan Israel, fatwa MUI terkait dukungan terhadap Palestina, serta penerapan kaidah al-dharar yuzal dalam fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi jenis kemudaratan yang harus dihilangkan menurut fatwa MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kajian pustaka, MUI memandang bahwa dukungan terhadap Israel merupakan bentuk kemudaratan yang harus dihilangkan. Kemudaratan tersebut dikategorikan sebagai dharar ghayr mubashir (kemudaratan tidak langsung) atau dharar bi al-tasabbub (kemudaratan yang disebabkan).

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

mauriduna

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, ...