Ruang terbuka publik merupakan salah satu elemen perkotaan yang sering kali terlewatkan akan intensitasnya, yang mana seharusnya ruang terbuka publik dapat dijadikan sebagai elemen utama perkotaan yang memiliki kepentingan tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa jenis ruang terbuka publik, salah satunya adalah waterfront yang seringkali dijadikan sebagai area luar ruangan terbuka non hijau yang dapat diakses oleh masyarakat. Selaras dengan adanya kegiatan pengembalian aset negara berupa bantaran sungai, pemerintah Kota Bandung turut membangun Waterfront Cidurian yang berada di bantaran Sungai Cidurian, Kelurahan Antapani Kidul, Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pembangunan Waterfront Cidurian sebagai ruang terbuka publik di bantaran Sungai Cidurian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis data kuantitatif berdasarkan data yang sudah didapatkan melalui hasil observasi lapangan, wawancara, serta hasil penyebaran kuesioner kepada dua kelompok responden pada penelitian ini, yaitu responden penduduk luar kawasan dan responden penduduk dalam kawasan. Berdasarkan hasil penelitian, pada responden penduduk luar kawasan memiliki skor variabel fisik sejumlah 292 dengan interval efektif, dan untuk variabel karakteristik aktivitas pengunjung memiliki skor 296 dengan interval efektif, sehingga memberikan total skor 294 dan berada pada interval efektif. Selanjutnya pada responden penduduk dalam kawasan memiliki skor variabel fisik sejumlah 314 dengan interval sangat efektif, dan untuk variabel karakteristik aktivitas pengunjung memiliki skor 278 dengan interval efektif, sehingga memberikan total skor 296 dan berada pada interval efektif. Oleh karena itu, secara keseluruhan Waterfront Cidurian menurut responden penduduk luar kawasan dan responden penduduk dalam kawasan sudah cukup baik dalam menjalankan perannya sebagai ruang terbuka publik.
Copyrights © 2024