Keadaan lansia yang hidup sendiri dapat mempengaruhi segala aspek yang ada dalam diri lansia. Banyaknya lansia yang hidup sendiri di HKBP Balige dikarenakan kehilangan pendamping hidup dan ditinggal oleh anak-anak mereka karena sudah menikah dan masih sekolah. Lansia yang hidup sendiri sudah sulit untuk melakukan aktivitas karena faktor daya tahan tubuh yang sudah menurun. Tidak hanya karena daya tahan tubuh yang sudah menurun karena penuaan, lansia merasa beda dari komunitas lingkungannya, lansia juga sering menyendiri. Lansia yang tinggal sendiri lebih rentan merasa sedih karena kondisi yang menyendiri di rumah. Aspek fisik dan psikis dapat mempengaruhi aspek yang lainnya sehingga dalam aspek spiritual lansia merasa bahwa tidak ada yang memperdulikan mereka. Walaupun demikian lansia yang tidak produktif lagi juga memiliki kerinduan untuk datang ke gereja, namun keadaan fisik mereka membuat lansia tidak dapat pergi ke gereja, hal ini lah yang harus diperhatikan oleh pelayan gereja dalam memperhatikan pelayanan kepada lansia yang tidak dapat datang ke gereja.
Copyrights © 2024