Penelitian ini mengkaji dampak keputusan Pilot in Command (PIC) untuk tetap melanjutkan pendaratan dalam kondisi unstable approach terhadap aspek keselamatan penerbangan. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kualitatif dari data kecelakaan dan insiden yang terjadi akibat pendaratan tidak stabil, serta wawancara dengan pilot dan pengawas keselamatan penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pendaratan dalam kondisi unstable approach berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk kehilangan kendali pesawat dan pendaratan keras. Faktor-faktor seperti tekanan waktu, kepercayaan diri pilot, serta komunikasi dalam cockpit diidentifikasi sebagai penyebab utama keputusan tersebut. Penelitian ini menyarankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi pilot dan penerapan prosedur yang lebih ketat dalam pengambilan keputusan pendaratan, untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi insiden yang diakibatkan oleh unstable approach. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan prosedur operasional yang lebih efektif dalam industri penerbangan.
Copyrights © 2024